Petani, Sang Pahlawan Pangan

Pahlawan Kemerdekaan

Pahlawan Kemerdekaan (dok. solotribun.com)

Jika anda mendengar kata “Pahlawan”, apa yang anda bayangkan?. Mungkin akan segera terlintas di benak anda seseorang tentara yang bertempur untuk berjuang untuk membela sesuatu, entah itu kemerdekaan, harga diri atau bahkan merebut sesuatu dari tangan musuh. Dalam kamus besar bahasa Indonesia yang dikutip oleh galeri pustaka, Pahlawan adalah seseorang yang gagah berani membela kebenaran. Yang pasti. Kata Pahlawan identik dengan senjata yang dipergunakan untuk memperjuangkan sesuatu kebenaran.

Pahlawan, menurut saya nih ya……bukan hanya memanggul senjata. Bisa juga hanya mengandalkan suaranya, lho kok bisa? Ya bisa dong…contohnya seorang intelejen perang yang menyamar jadi masyarakat biasa, namun beperan penting dalam menyebarkan informasi kepada pasukan sehingga bisa mengatur strategi perang selanjutnya. Bisa juga Pahlawan yang berperan sebagai peneliti, meneliti senjata apa sih yang efektif untuk memenangkan sebuah peperangan, apakah itu panah, bambu runcing atau bahkan senapan.

Petani Bawang (Dok. Google)

Lalu bagaimana dengan Petani?…Ya Petani. Petani bisa dikatakan sebagai Pahlawan, Petani merupakan pekerjaan mulia untuk menghasilkan sesuatu yang menjadi pemenuh kebutuhan dasar kita….yaitu bahan pangan. Jika tidak ada petani, laparlah kita. Mana sanggup berjuang tanpa makan…heheee. Suatu ulasan menarik ditulis oleh tubanliterasi.com yang memandang bahwa petani merupakan pahlawan kemerdekaan Indonesia, tanpa petani…mustahil kemerdekaan ini akan diraih.

Menurut data Biro Pusat Statistik tentang laju pertumbuhan penduduk, maka tugas berat “sang Pahlawan Pangan” sangat berat kedepannya. Beberapa permasalahan pokok dihadapi oleh mereka seperti berkurangnya lahan pertanian, penurunan kesuburan lahan, serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) serta himpitan modernisasi yang berimbas pada kurang menariknya pekerjaan petani bagi remaja kita.

Berbagai kendala mereka di lapangan harus benar-benar diperhatikan (jangan hanya sebagai komoditi politik saja) dan ditanggulangi oleh Negara secara cermat juga cepat.

Kumpulan Petani Sedang Mengikuti Kegiatan Penyuluhan

Kumpulan Petani Sedang Mengikuti Kegiatan Penyuluhan

Syukurlah, keluhan petani dijawab langsung oleh pemerintah Republik Indonesia dengan masih adanya berbagai subsidi, seperti subsidi pupuk dan benih (meskipun untuk subsidi benih kurang diminati oleh petani). Belum lagi berbagai macam bantuan seperti alat dan mesin pertanian. Ditambah dengan asuransi pertanian yang sekarang sedang hangat-hangatnya. Laporan yang menyebutkan bahwa di tahun 2017, Indonesia sudah menutup keran impor beras dan bawang merah menjadi prestasi luar biasa (selanjutnya swasembada jagung dang kedelai di tahun 2018-2019).

 

Semua itu patut diapresiasi oleh semua masyarakat dengan turut gemar mengkonsumsi hasil pangan lokal yang berimbas kepada stabilnya harga komoditi pertanian.

Akhirnya, mari kita hargai dan bantu para “Pahlawan Pangan” kita dengan cara kita masing-masing. Jaya selalu Petaniku. Jayalah selalu Pertanian Indonesia.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of