Pancasila, Kopi dan Batik…

Kesaktian Pancasila (Sbr : techno.okezone)

52 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 1 Oktober 1965 (sehari setelah para Jenderal Pahlawan Revolusi) diculik dan dibunuh oleh sekelompok pasukan yang dinamakan Gerakan 30 September. Maka 1 Oktober ditetapkan sebagai hari Kesaktian Pancasila. Pancasila sebagai Ideologi Dasar Negara Republik Indonesia telah mengalami suatu goncangan hebat pada tanggal 30 September 1965 dan berhasil dipulihkan keadaannya pada tanggal 1 Oktober 1965.

Kita patut bersyukur dengan pulihnya kondisi negeri Kita, tanpa adanya operasi pemulihan….bukan tidak mungkin Negara kita akan berubah ideologinya. Ditumpasnya kekuatan anti Pancasila, atau berbagai pemberontakan, perlu disikapi dengan pemahaman kesejarahan yang bersifat rasional, bukan dengan irasionalitas keyakinan saktinya Pancasila. Setiap keberhasilan dan kegagalan pada hakikatnya berasal dari strategi dan operasi yang dijalankan secara rasional.

Selain mensyukuri, kita juga patut selalu waspada akan segala rongrongan dan gangguan terhadap Negara kita. Paham-paham dari luar patut kita saring terlebih dahulu sebelum diterapkan pada kehidupan kita.

ICD 2017 (Sumber :ICD.org

Selain itu, pada tanggal 1 Oktober ternyata diperingati sebagai hari kopi sedunia atau international coffe day. Tidak banyak yang tau memang, seperti saya ini….orang yang sangat awam terhadap kopi. Saya cuma penikmat “kecil” minuman yang terbuat dari buah kopi ini, sebulan paling banyak saya cuma menghabiskan 2 hingga 4 cangkir kopi. Saya lebih suka meminum air putih atau teh untuk membahasi kerongkongan saya dibandingkan kopi. Berbeda sekali dengan beberapa rekan kantor yang tiap harinya bisa menghabiskan 2 hingga 3 cangkir kopi (berarti dalam satu bulan sanggup menelan 90 cangkir kopi ….woooow). Menurut Wikipedia, Kopi adalah suatu minuman hasil dari seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Menghilangkan adalah salah satu alasan untuk meminum kopi, senyawa cafein dalam kopi dapat menyaingi fungsi kerja adenosine (salah satu senyawa dalam otak yang bisa membuat manusia cepat tidur).

Malioboro Coffe Night

Berbagai acara diselenggarakan untuk memperingati ICD 2017 tersebut. Salah satunya adalah Malioboro Coffe Night, acara yang diselenggarakan oleh masyarakat pencinta kopi nusantara Yogyakarta adalah minum kopi bareng dari jam 22.00 hingga 06.00……! Acara yang sekaligus memperingati Hari Jadi Kota Yogya ke-261 ini menyajikan 10.000 cup kopi.

Dari perspektif pertanian, kopi (Coffea) mempunyai data yang menarik untuk diulas. Menurut Kemenperin, dengan luas lahan mencapai 1,1 juta hektar, Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil,  Vietnam dan Kolombia dengan produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton pertahun atau 8,9 persen dari produksi kopi dunia. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang menargetkan, produksi kopi dalam negeri pada tahun 2017 ini menembus 637.000 ton dengan produktivitas mencapai 707 kilogram per hektar. Sementara, pada 2016, produksi mencapai 639 ribu ton dengan luas areal 1,2 juta ton. Kedepan, Kementan akan menargetkan 100 ribu lahan perkebunan kopi yang akan diremajakan dan 2021 diharapkan sudah dapat menambah produksi kopi dalam negeri.

Berbeda dengan Pancasila dan Kopi, Tanggal 2 Oktober adalah kepunyaan dari Hari Batik Nasional. Ya, pakaian asli Indonesia ini diperingati setiap tahunnya bertepatan dengan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunias asal Indonesia.

Hati Batik Nasional

Industri Batik dalam negeri berkembang cukup bagus. Ada beberapa indikator yang menguatkan pernyataan saya diatas. Pertama, kain tradisional Indonesia ini mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia, hal ini langsung berdampak pada melejitnya industri batik yang mencapai 300 persen dalam 3,5 tahun terakhir. Kedua, mulai tumbuh rasa kebanggan dalam menggunakan batik di kalangan muda-mudi kita, hal ini mungkin semakin terinspirasinya mereka dengan berbagai tokoh nasional bahkan internasional yang menggunakan batik pada acara-acara pertemuan resmi. Terakhir, adalah industri batik yang semakin berperan penting dalam memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri. Catatan Kemenperin, ekspor batik dan produk batik pada  2015 mencapai 178 juta dolar AS atau meningkat 25,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun pasar ekspor utama batik Indonesia, antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Tanpa memprioritaskan salah satu diantara Pancasila, Kopi dan Batik atau bahkan melemahkan salah satunya. Maka saya pibadi patut bersyukur karena hidup sebagai masyarakat Indonesia yang mampu bersatu padu dalam mencegah dan menumpas seluruh rongrongan terhadap ideologi dasar Negara. Rasa takjub dan bangga juga terpatri dalam jiwa karena setiap hari kamis menggunakan batik sebagai seragam kerja di kantor (heheeee……). Nah, Kalo Kopi…saya punya niat untuk menambah konsumsinya dalam sebulan (mudah-mudahan tembus 10 cangkir per bulan). Atau mungkin saya akan memandang Pancasila sambil minum kopi, dan mengenakan batik hehee…….

Hidup Indonesia….!!! Jayalah Negeriku!!!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of