Makan Telur Puyuh, Siapa Takut?

Telur Puyuh Bakar

Pernah makan telur puyuh? Enak bukan? Rasanya yang khas membuat kita ketagihan dalam mengkonsumsi telur ini. Apalagi telurnya dimasak dengan bumbu bacem….wooow! Dijamin minimal 5 biji telur akan masuk mulut kita dalam hitungan menit. Postingan ini saya buat, ketika berkunjung ke salah satu petani binaan kami, saya dikasih 1 rak telur puyuh mentah (sebagai informasi, 1 rak itu jumlahnya mencapai 90 butir.

Karena ada beberapa informasi yang menyebutkan bahwa kandungan kolesterol pada telur puyuh itu banyak sekali, bahkan 1 butirnya mampu mengalahkan kandungan kolesterol pada telur ayam biasa, maka saya agak berhati-hati dalam mengkonsumsi telur puyuh tersebut.

Rasa penasaran itulah yang membuat saya browsing dan mencari tahu akan kebenaran info tersebut. Daaaaaan ternyata ada beberapa fakta yang perlu kita ketahui.

Telur Puyuh Baru Panen

Untuk mengetahui apakah memang benar bahwa kandungan kolesterol telur puyuh itu besar, para ahli di India melakukan riset nih. Hasilnya, Pada telur puyuh terkandung sebanyak 16,05±0,63 mg/g kolesterol. Sedangkan pada telur ayam sebanyak 7,65±0,28 mg/g. Tapi perlu diingat bahwa kadar kolesterol tersebut diukur per gram telur. Dan kenyataannya ukuran kuning telur ayam jauh lebih besar daripada telur puyuh. Jadi, bila dihitung dari kadar kolesterol telur secara utuh, telur ayam tetap memiliki kadar kolesterol yang lebih besar, yakni 114,75 mg per butir.

Sedangkan telur puyuh hanya memiliki kadar kolesterol sebesar 48,15 mg per butir. Meski demikian, ukuran telur puyuh yang kecil sering kali membuat masyarakat terlena saat mengkonsumsinya. Jadi tidak heran bila telur puyuh dituding memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi daripada telur ayam.

Burung Puyuh Mengeram Telurnya

Nah, tidak adil rasanya jika kita hanya membandingkan telur puyuh dengan telur ayam dari sisi negatifnya. So….mari kita lihat kandungan gizi dan vitamin pada keduanya yang diulas pada postingan berikut. Telur puyuh mengandung 13% protein, sedangkan telur ayam hanya mengandung 11% saja. Tak hanya kaya protein saja, telur puyuh juga mengandung 140 mu-g vitamin B1. Kandungan vitamin A dan vitamin B2 pada telur puyuh juga dua kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan telur ayam.

Sedangkan potasium dan zat besi yang terkandung dalam telur puyuh lima kali lebih banyak daripada telur ayam. Hal inilah yang membuat telur puyuh masuk ke dalam kategori dietary food.

Sebelum menutup coretan kali ini, di kawasan Amerika Utara dan Eropa Barat telur puyuh dianggap sebagai makanan mewah dan pastinya memiliki harga yang cukup mahal. Sedangkan di Negara Cina, dulu para praktisi medis menggunakan telur sebagai bahan alami untuk mengatasi masalah kesehatan yang diderita seseorang.

Namun, untuk menjaga kolesterol…disarankan hanya mengkonsumsi 2 hingga 3 butir telur puyuh saja perhari disertai dengan kegiatan olahraga rutin agar kesehatan kita tetap terjaga. Akhirnya, makan telur puyuh? Siapa takut……..!?

Mungkin Anda juga menyukai

4
Tinggalkan komentar

avatar
2 Comment threads
2 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
4 Comment authors
AntonHimawan Santadminadetia Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
adetia
Guest

saya gak berani pak, soalnya lagi diet..hehehe
tulisannya bagus pak 😀
salam blogger indonesia!

Himawan Sant
Guest

Asalkan porsi makannya ngga banyak … yups,siapa takuut ☺

Aku juga ngga berani mengkonsumsi telur puyuh dalam jumlah banyak sekaligus, takut kolesterol langsung naik tinggi.