Terserang Cacar Air (Chicken Pox)

Sebuah pengalaman yang sangat perlu aku posting di blog ini, betapa menderitanya saya beserta keluarga yang terkena suatu virus yang begitu menguras tenaga, harta serta air mata hehee….. Sebelumnya saya paparin dulu yang apa itu cacar yang saya comot dari blog Allodokter.com. Penyakit cacar air, istilah kedokterannya disebut varisela, kalo di Amrik sono disebut juga Chicken Pox. Umumnya diderita oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa dan umumnya gejala yang muncul lebih berat daripada anak-anak. Hampir semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi.

Penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini gejala utamanya adalah ruam pada kulit. Ruam tersebut nantinya akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mengering, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7 hingga 14 hari. Semua bagian tubuh kita tidak luput dari bintil cacar air tersebut termasuk telinga, sekitar kemaluan, dalam mulut serta kepala.

Langsung aja nih kita baca dari pertama yah………..

My Boy Terserang Cacar

Rabu, tepatnya tanggal 3 Januari 2018. Anakku yang bernama Ghais mengeluhkan bahwa badannya panas, sepulang dari sekolah dia memberitahukan bahwa di badannya ada empat bintil merah yang terasa gatal. Karena sebelumnya satu keluarga belum pernah yang ada kena cacar air, sehingga dugaanku mengarah ke cacar air (fobia cacar sepertinya hehee…). Malam harinya, aku langsung membawa Ghais ke dokter terdekat, dan benar…..dia terserang cacar air (dikasih salep, obat antivirus Acyclovir dan pereda nyeri.

Pada saat pemeriksaan, dokter menyarankan agar mengungsikan anak saya mengingat saya beserta istri belum pernah terkena sebelumnya. Akan lebih sakit, lebih banyak bintil dan lebih lama waktu penyembuhan jika terkena pada orang dewasa dibandingkan pada anak kecil.

Coba coba browsing, berdasarkan postingan cicifera, nyarispuitis, shaevoda, dan sihendra, (mungkin banyak lagi posting kawan2 yah, dan ga mungkin aku searching semuanya) bahwa memang benar bahwa Varicella  akan lebih ganas menyerang pada usia dewasa dibandingkan pada usia anak-anak, postingan temen2 ternyata malah menambah fhobiaku akan cacar air.

Nah mulai saat itu, aku beserta istri mengonsumsi berbagai asupan untuk menambah daya imun tubuh seperti imunos, madu,  buah-buahan, esktrak buah manggis. Semua itu kami lakukan agar tidak tertular cacar air.

Sabtu, 6 Januari 2018.

Ghais sudah sembuh, cuma ada 2 bintil yang belum kempes (posisi di sela2 jari tangan kanan). Untungnya demam cuma 1 hari dan nafsu makannya tetap besar. Namun pada hari itu juga, aku bersama istri merasakan pegal2 badan (belakang seperti sehabis dipukulin).

Minggu, 7 Januari 2018.

Kondisi saya beserta istri sudah demam, namun nafsu makan masih ada. Pengecekan di seluruh bagian tubuh tidak ada ruam atau bintil yang merupakan gejala umum dari cacar air. Aneh sih, kok tidak ada ruam….berharap sih ruam atau bintil cepat timbul, sehingga cepat juga sembuhnya, memngingat 2 Hari lagi, kami akan berlibur ke daerah batu malang (tiap tahun kami selalu memiliki agenda untuk berlibur bersama keluarga). Dan tiket serta akomodasi dan transportasi sudah booking jauh2 hari, sehingga agak ribet untuk melakukan proses reschedule.

Senin, 8 Januari 2018.

Dikarenakan minggu jadwal praktek dokter pada tutup, jadi hari ini kita cuuuuus dokter. Hasil searching bintil, cuman nemu satu di paha sebelah kanan (namun saya ragu kalo itu bintil cacar, karena agak keruh warna cairannya)…..dokter berasumsi yang keruh itu terkena infeksi bakteri. Dikasih resep Methosoprinol, Ibuprofen, dan Imunos.

Selasa – Jum’at, 9-12 Januari 2018

Nah, pada hari selasa kondisi badan lumayan enak. Sehingga aku ambil keputusan untuk tetap berangkat liburan. Obat yang dikasih dokter tetap saya minum agar kondisi tetap prima dalam bepergian. Namun, disini nafsu makan aku agak berkurang. Setibanya di Juanda Surabaya, badan masih oke, namun istri aku mengeluh tidak enak badan kembali. Setibanya di hotel, badan aku kembali agak meriang (saya berfikir cuma karena perbedaan suhu deh, malang kan lumayan dingin).

Malam itu, istri saya paksa untuk cari makan diluar meskipun dia menolak karena badannya yang lumayan panas. makanan favorit saya yaitu ayam goreng pemuda tidak habis aku santap.

Rabu, schedule untuk  snorkling di seputaran pantai banyu anjlog aku batalin dan merubahnya ke wisata petik madu di daerah lawang.  Sebenarnya, habis dari petik madu kita akan ke prigen…..namun lagi lagi kondisi tubuh yang demam dan kurang oke menyebabkan kita hanya ngendon di hotel saja. Cari makan pun hanya lewat Go food, karena aka pusing kalo nyetir sendiri.

Mencoba untuk senyum (Jatim Park 3)

Kamis, saatnya check out dari hotel. Kondisi tubuh sudah agak oke dan menguatkan tubuh untuk pergi ke daerah Batu. Untuk nafsu makan, tetap masih kurang deh. Nah, siangnya mampir di Jatim Park 3. Lumayan senang lah, melihat anak ketawa2 dan senang2. Namun, ternyata di JP3 kita kehujanan, lumayan dingin sih. Nah. kondisi batu yang dingin ditambah lagi ujan-ujanan menyebkan kondisi tubuh drop lagi.

Malam harinya, demam menggigil dan nafsu makan yang semakin berkurang. Searching bintil juga nggak nemu2…..aneh kan? Ditambah lagi, tidur yang kurang nyeyak menyebabkan kondisi semakin drop.

 

The onsen resort

Jum’at, jalan-jalan sebentar ke The Onsen untuk photo2. Kondisi badan agak lumayan, dan sebelnya nafsu makan masih kurang. Kita memutuskan kembali menginap di malang saja, mengingat di batu cuaca kurang mendukung (hujan-hujan dan dinginnya lumayan).

 

 

Sabtu-Senin, 13-15 Januari 2018

Sabtu, cuma cari oleh2 dan mutar-mutar bentar di kota malang. Nafsu makan masih tak kembali, malah sepertinya asam lambung agak kumat nih. Dan bintil-bintil juga belum muncul. Aku berasumsi, hasil dari obat-obatan dan banyaknya vitamin yang aku minum malah menyebabkan asam lambungku kambuh atau menambah masa inkubasi virus varicella. Pada saat itu juga, pengobatan aku hentikan (stop minum obat) namun vitamin dan pereda nyeri / panas tetap aku minum.

Minggu, badan sudah oke. Dan nafsu makan sudah agak lumayan, karena mungkin selera masakan lokal (karena sudah nyampe Kalimantan lagi).

Senin, meskipun badan terasa capek namun saya memutuskan masuk kantor dan langsung bekerja. Nafsu makan sudah normal.

Skip To Senin 22 Januari 2018

Ketika bangun pagi, badan panas kembali. Agak takut sambil searching bintil di badan, ternyata nggak ada. Lega sih, mungkin kecapean karena pada hari kamis hujan2an pulang dari kegiatan lapangan.

Rabu, 24 Januari 2018

Dikarenakan panas yang turun naik sampai hari ini, maka periksa kembali ke dokter. Hasil diagnosa, masalah pencernaan dan asam lambung. Daaaaaaaaan……sepulang dari dokter kok kaya ada jerawat yang sudah masak di jidat (atas hidung). Dan ada cairannya pula…………….waaaaah bintil cacar timbul.

 

Kamis-Sabtu, 25-27 Januari 2018

Berhubung istri juga kena dan nafsu makan kian menurun drastis serta bintil cacar bertambah banyak akhirnya sabtu bermaksud untuk rawat inap di salah satu rumah sakit di Kota Kandangan. Lumayan cepat juga pelayananannya, pasang infus dan satu jam kemudian sudah masuk kamar.

 

Minggu-Senin, 28-29 Januari 2018

Naaah, kedua hari ini. Badan sudah tidak panas lagi, kondisi asam lambung sudah membaik daaan yang menggembirakan nafsu makan aku kembali pulih. Namun bintil cacar bertambah banyak, lobang hidup dan lubang telinga tidak luput dari keganasan cacar air. Dan dikarenakan kondisi yang membaik, senin malam aku diperbolehkan pulang dari rumah sakit (rawat jalan).

Kesimpulannya

Bagi anda yang terkena cacar air pada usia dewasa, tindakan pengobatan cepat sangat dianjurkan jangan sampai parah dan komplikasi seperti aku. Ada beberapa yang perlu diperhatikan seperti :

  1. Minumlah obat secara teratur, apalagi yang bahan aktif acyclovir. Usahakan diminum secara teratur tepat jam dan dosis. Kalo sampai lalai, maka kondisi virus akan lebih ganas menyerang.
  2. Mandilah secara teratur, jangan tidak mandi lho. Kondisi kotor kulit akibat tidak mandi akan menyebabkan serangan bakteri memperparah sakitmu.
  3. Tetap makan makanan bergizi seperti buah-buahan, jika susah menelan….buah dapat di juice.
  4. Untuk mengurangi gatal, dapat menggunakan bedak salycl yang dijual di apotik. Lumayan anget2 di kulit kok dan mampu meredakan gatal walau sebentar…..
  5. Bagi anda yang tidak tahan untuk menggaruk bintil, usahakan hanya memecahnya di bagian badan saja…..siapkan air hangat dan tisu jika akan memecah bintil yah (setelah dipecah) usapkan lembut tisu yang sudah dibasahi air hangat. Namun aku tidak merekomendasikan untuk memecah yah hihiiii……
  6. Jaga kondisi dan kesehatan, cacar bisa balik lagi kalo kondisi imun tubuhmu drop.

Naah, demikian pengalamanku beserta keluarga yang terserang semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk hidup sehat.

Update :

Ternyata istri aku hamil semenjak juga terkena cacar, badnews karena orang hamil pada trisemester pertama bahaya jika terserang cacar air. Mohon doa semoga tidak terjadi apa2 pada istri dan anakku kelak…..Amiin.

Leave a Reply

2 Comments on "Terserang Cacar Air (Chicken Pox)"

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
cicifera
Guest

waa, senangnya liburan ke malang, belum pernah xD pengen juga bisa ke batu dan jatim park, katanya ada kebun binatang dan taman dinasaurus ya? oiya, Alhamdulillah cacarnya sudah sembuh, memang cacar penularannya cepat sekali..