Kami (Kabupaten Balangan) Juga Panen Padi

Pembukaan

Diawal tahun 2018, Indonesia mendapatkan “kado” yang bisa dibilang tidak mengenakkan bagi petani. Kabar bahwa Pemerintah membuka kembali keran import beras untuk menambah stok beras nasional yang dirasa kurang. Menurut Merdeka.com, import yang disetujui sepanjang 2018 sebanyak 2018, selain beras pemerintah juga mengimport gula mentah dan garam industri.

Alasan pemerintah yang diberitakan oleh kompas, bahwa import dilakukan karena stok cadangan beras nasional jauh dibawah ketentuan FAO yang mengharuskan negara Seperti Indonesia mempunyai 1,1 hingga 1,8 juta ton cadangan beras Nasional. Menurut Presiden, import beras kali ini tidak mengganggu harga panen di tingkat petani.

Nyatanya

Beberapa hari setelah viralnya import beras tersebut, petani di seluruh penjuru Indonesia bereaksi. Penolakan ramai-ramai bertebaran di dunia maya dan menjadi headline di beberapa media cetak dan elektronik.

Puluhan bahkan ratusan daerah yang telah panen, memposting photo-photo kegiatan panen mereka di berbagai media sosial. Dengan tagar tiada hari tapa panen, panen-panen-panen, mereka memprotes kebijakan import beras.

Panen Padi di Konawe

 

 

 

 

 

 

Sulawesi Tenggara Panen Padi

 

 

 

 

 

Banyuasin Panen Padi

 

 

 

 

 

Kabupaten Balangan

Saya di Lokasi Panen Padi Desa Baruh Panyambaran

Kebetulan tempat saya bekerja di Kabupaten Balangan, Kabupaten terbaru di Propinsi Kalimantan Selatan ini mempunyai dua musim tanam, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Untuk musim hujan ditanam pada Bulan Oktober sedangkan musim kemarau pada Bulan April. Untuk musim tanam hujan 2017/2018 sudah ada beberapa tempat yang melakukan panen khususnya Kecamatan Halong dan Juai.

Pada hari kamis, tepatnya tanggal 8 Februari 2018 Kabupaten Balangan melakukan panen raya di Desa Baruh Panyambaran Kecamatan Halong.

Panen Padi Varietas Mekongga

Sekedar informasi, untuk yang dipanen kali ini adalah varietas Mekongga dan Inpari 30. Untuk hasil ubinan yang ditimbang Gabah Kering Giling mekongga mencapai 7,15 Ton / Ha sedangkan Inpari 30 mencapai 8,16 Ton / Ha. Yang membuat bangga adalah, peran serta Penyuluh Pertanian setempat beserta Dinas Pertanian berhasil merubah kebiasaan petani sekitar menanam padi lokal menjadi padi unggul. beberapa tahun sebelumnya, 100% petani sekitar menanam padi lokal. Dan pada tahun 2018 ini berubah menjadi 85% padi unggul dan 15% padi lokal.

 

Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Balangan Ir. H. Syaifullah, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Kalimantan Selatan, Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Kalimantan Selatan, Balitra, BPTP dan undangan lainnya ini dimulai jam 09.30 hingga jam 12.00 siang.

Wakil Bupati Balangan Menjalankan Mesin Combine

Pada kesempatan ini, undangan berkesempatan mencoba memanen padi varietas mekongga menggunakan mesin combine harvester. Meskipun agak canggung, pa Wakil Bupati lumayan lancar menggunakan alat tersebut. Alat tersebut merupakan bantuan dari pemerintah lewat Dinas Tanaman Pangan Propinsi Kalimantan Selatan untuk kelompok Tani setempat. Penggunaan Alsintan ini menurut Pa Oto (ketua kelompok) sangat membantu petani dalam hal panen. Karena hamparan panen yang luas (450 ha) sehingga tidak terlambat melakukan panen serentak.

 

My Opinion

Keputusan import beras sebenarnya adalah tindakan yang gerakan tergesa-gesa dari pemerintah, berbekal laporan dari satgas pangan dan bulog yang mengungkap bahwa data stok benih nasional yang berkisar antara 900.000 ton.

Proyeksi Panen Padi

Jika mau bersabar sebentar saja, maka cadangan beras nasional kembali meningkat dalam beberapa hari. Karena di berbagai daerah sudah panen padi. Untuk bulan Januari berdasarkan twit kementan, bahwa di Bulan Januari sudah terjadi panen di luasan 854 ribu hektare yang menghasilkan 4,51 Ton gabah kering giling atau setara 2,83 juta Ton beras. Jika menilik ke kaharusan jumlah minimal stok cadangan beras nasional maka sudah sangat mencukupi.

Untuk Bulan Februari ada proyeksi panen di 1,63 juta Hektare dengan produksi mencapai 8,67 juta ton Gabah Kering Giling yang setara dengan 5,43 juta ton beras (surplus 2,93 juta ton beras) dan untuk bulan Maret akan terjadi panen seluas 2,25 juta Ha dengan prosuksi 8,8 juta ton GKG atau setara 5,8 juta ton beras.

Ironisnya, menjelang panen….harga gabah di petani semakin menurun hingga Rp 1300. Hal ini selain disebabkan oleh stok yang melimpah juga disebabkan oleh berita import besar tadi. Penurunan harga gabah ternyata tidak ikut menurunkan harga beras, malah harga beras terdongkrak naik.

Harapan

Semoga kedepan, pemerintah ikut berperan aktif melalui bulog untuk membeli beras dari petani…selain untuk menambah cadangan beras nasional, juga untuk mendongkrak harga gabah di tingkat petani.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan komentar

Jadi pengomentar pertama yuk!

avatar
  Subscribe  
Notify of