Trip To Palu (Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan)

Target untuk paling sedikit dua posting dalam seminggu mencoba untuk saya raih, namun ide postingan apa yang perlu saya tulis belum terlalu jelas di kepala. Nah, pertama kali saya mencoba menuliskan pengalaman saya menjejakkan kaki untuk pertama kali di Sulawesi Tengah akan saya ulas secara singkat. Adapun kepergian saya ke Palu ini sudah lewat setengah tahun yang lalu. Mudah-mudahan masih menarik untuk dibaca.

Ketinggalan Bagasi

Rasa ngedumel dan amat sangat jengkel karena datang ke suatu kota tengah malam akibat deelay keberangkatan pesawat. Perasaan jengkel itupun bertambah karena bagasi saya ternyata malah tertinggal di Balikpapan (tempat transit) sebelum terbang ke bandara Mutiara Sis Al-Jufrie di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Keteledoran petugas check in, menuliskan nama tidak sesuai penumpang di keterangan bagasi pada koper saya adalah penyebab masalahnya.

Pakaian, peralatan mandi, sepatu dan semua yang saya butuhkan untuk menghadiri kegiatan Gebyar Perbenihan di Kota Palu berada dalam koper tersebut, sehingga saya tidak bisa menghadiri pembukaan acara (masa menghadiri acara dengan celana jeans plus baju kaos yang bau sih). Untungnya saya membawa tas kecil yang tidak saya masukkan di bagasi dan dalam tas tersebut ada saya selipkan satu sweater dan celana dalam untuk mengganjal laptop.

Akhirnya, koper saya berhasil mendarat di Bandara jam dua siang keesokan harinya. Namun tetap saja saya kecewa karena melewatkan acara pembukaan.

Gebyar Perbenihan

Ternyata, lokasi acara cukup jauh dari Hotel Saya tempat menginap. Perlu waktu tempuh satu jam dan biaya seratus duapuluh lima ribu rupiah dengan grab untuk sampai di desa Sidera Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi dari hotel saya di Pantai Teluk Palu.  Pagi jum’at saya langsung menuju kesana karena kebetulan Propinsi Kalimantan Selatan yang saya wakili akan mengikuti lomba cerdas tangkas, dan yang terpenting saya mau mengabadikan display varietas yang ada di seputaran lokasi kegiatan.

Salah Satu Display Varietas Padi

Salah Satu Display Varietas Tanaman Padi

Turun dari mobil, udara panas langsung menyengat. Beberapa panitia terlihat sibuk mengangkat meja untuk lomba tari tradisional. Sambil menunggu rombongan, saya menyempatkan untuk berkeliling pada berbagai komoditi tanaman pangan yang ditanam khusus untuk memperkenalkan berbagai varietas unggulan. Di sebelah utara, display varietas unggul padi dan kedelai berjejer rapi dan gagah seperti para prajurit siap perang.

Di tengah lapangan, miniatur menara terbuat dari jagung menambah megahnya acara…..dan tak ketinggalan kami berfoto ria di menara tersebut. Disebelah selatan, terdapat tanaman kedelai yang sudah siap panen….nah dibelakang tanaman kedelai; puluhan stand berbaris memamerkan beberapa unggulan khas mereka di bidang pertanian.

Ditengah hari yang cukup terik, ada penganan dari pisang berwarna hijau dan cukup manis. Tak sempat mengabadikannya (batere low bat). Juga ada sayur dari daun kelor yang cukup gurih sebagai teman makan siang.

Juara II

Setelah sholat Jum’at dan makan siang, tibalah lomba cerdas tangkas dimulai. Pak Tri, senior tim Kalimantan Selatan tiba-tiba mengeluh sakit kepala dan tidak bisa mengikuti lomba tersebut. Tak ada pilihan lain, saya pun ditunjuk untuk maju menemani dua wakil dari Kal-Sel lainnya (Pak Rully dan Pak Syaifuddin). Dan tak disangka, kami berhasil jadi Juara Dua dibawah direktorat perbenihan. Kekompakan team dadakan ternyata yahud juga hehee….

Nah, setelah pembagian hadiah. Acara ditutup langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Propinsi Sulawesi Tengah Ir Trie Iriany Lamakampali MM. Tak lupa, tim Kalimantan Selatan-pun berfoto dengan beliau. Nah, diumumkan pula untuk acara Gebyar Perbenihan 2018 (yang akan datang) akan dilangsungkan di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

Snorkling

Hari ketiga merupakan saatnya kami berwisata menikmati keindahan Provinsi Sulawesi Tengah sekitarnya. Pilihan kami jatuh ke Pantai Tanjung Karang Donggala, karena saya ingin snorkling disana. Ditemani mas……..(sopir, lupa namanya) kami menempuh perjalanan darat selama hampir dua jam menuju donggala. Tiba di Donggala, disambut dengan pantai yang cantik dan biru. Snorkling sederhana bisa dilakukan 10 meter saja dari pinggir pantai, ombaknya yang lumayan tenang cukup membuat saya puas snorkling di tanjung karang.

Pantai Tanjung Karang – Donggala

Pulang dari tanjung karang, kami menuju warung makan utadada padanjese. Utadada adalah makanan khas palu, terbuat dari ketupat dengan kuah santan….yaaah mirip ketupa kandangan rasanya. Selanjutnya kami ke sate mobil, tumpukan mobil secara vertikal (seperti disate) menjadi tujuan wisata yang lumayan menarik.

Random di Malam Terakhir (Closing)

Nah, malam terakhir saya puas-puasin untuk jalan jalan dan nyari kuliner di seputaran palu. Dari nyari makanan seafood hingga makan kaledo (makanan tradisional palu) plus makan durian di depan pantai teluk palu. Sangat berkesan perjalanan saya kali ini. Meski masih jengkel dengan ketinggalan bagasi, namun masih banyak sisi senangnya kok.

Di Depan Kaledo Abadi

Mudah-mudahan tahun ini bisa mengikuti Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan di Makassar.

Mungkin Anda juga menyukai

12
Tinggalkan komentar

avatar
6 Comment threads
6 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
7 Comment authors
Dee RahmalianaAnggunAnggara W. PrasetyaAnton Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Himawan Sant
Guest

Senengnya bisa dapat tugas dari kantor sekalian ngetrip …

Itu tumpukan padinya tinggi beneeer ya,mas …
Jadi kelihatan unik banget.

Suryani Palamui
Guest

Waaaah mas jalan-jalan ke Palu ya? Kebetulan saya juga orang Palu, rumah di Palu juga. Cuma sekarang udah berkarir di luar kota. Baguslah mas ke Palu udah main ke Tanjung Karang sama makan Kaledo. Pokoknya kalo ke Palu ngga sah kalo ngga rasain 2 hal itu. Hehe 🙂

Anggara W. Prasetya
Guest

wow.. Keren tripnya ke Bhumi Sulawesi sambil menunaikan tugas..
Semoga bidang pertanian di sana bisa semakin maju sehingga para petaninya bisa sejahtera…

Anggun
Guest

Walaupun cerita awalnya tidak menyenangkan tapi terbayar dengan pengalamannya ya mas.. Perkerjaannya jd menyenangkan 😊

liana
Guest

menarik! selamat ya mas bisa dapet juara II.
hadiahnya apa mas? 😀

Dee Rahma
Guest

Wah sudah delay, ketinggalan koper juga. Sedih ya hiks hiks.
Tapi keselnya berubah jadi happy ya setelah menang lomba dan bisa snorkling 😀

Cheers,
Dee Rahma