Mengenal Mahrawin, Buah Eksotik Dari Kalimantan

Tiga minggu yang lalu, setelah nafsu makan saya kembali dari keterpurukan akibat terserang sakit cacar yang menghebohkan. Berbagai makanan yang tertunda untuk dilahap berhasil masuk kedalam mulut dan menyemarakkan rasa di lidah saya. Kebetulan juga di Kalimantan Selatan umumnya dan Kabupaten Balangan pada khususnya tahun ini banjir akan buah-buahan lokal. Beberapa buah lokal yang banyak dijual adalah durian. Ya, buah yang memiliki duri-duri tajam ini memang cukup populer di kalangan pencinta buah-buahan. Untuk lebih mengangkat pamor durian lokal, maka ada beberapa yang disulap menjadi kawasan agrowisata durian. Seperti desa Biih, di Kabupaten Banjar yang menjadi trend dengan durian-durian lokalnya.Tiap akhir pekan, Desa Biih menjadi magnet pariwisata baru bagi warga Kalimantan Selatan.

Bahkan beberapa waktu yang lalu, di Desa Biih diadakan kontes durian lokal. Semua Kabupaten di Kalimantan Selatan mengirim durian lokal terbaik mereka untuk di konteskan. Dan keluarlah durian Si Bamban dari Desa Biih Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar yang keluar sebagai juaranya.

Tumpukan Buah Mahrawin dan Durian di Pasar Batumandi Kabupaten Balangan

kebetulan sesudah kunjungan ke salah satu kelompok tani di Batumandi, saya mencoba mampir di seputaran pasar Batumandi. Pandangan saya terkunci pada tumpukan buah durian namun agak kecil dan berbeda dengan durianΒ  pada umumnya (durinya panjang namun arahnya tak beraturan, ada yang ke kiri ada juga yang ke kanan.

Durinya lebih panjang dan tajam dibanding dengan durian, namun dagingnya lebih lembut. Rasanya tidak terlalu manis sehingga pas buat saya

Akhirnya, saya beli buah ini buat icip-icip. Rasanya manis, tapi pas (nggak banget, nggak kurang) kalo saya sih kurang manis heheee. Aromanya juga pas, nggak bau-bau amat kaya durian (aroma tidak menyengat kaya farfum murahan heheee).

Akhirnya Beli Juga 1 Biji Hargaya Rp 10.000 – Rp 15.000

Cara membuka, persis mirip durian namun agak lebih mudah (kalo sudah matang).Β  Namun jika masih agak mentah, cukup sulit membukanya (kecuali sudah ahli).Β  Bagian dalamnya (dalam satu lubang) terdiri dari dua biji atau bahkan satu biji saja. Dagingnya lumayan lembut dan agak basah, meskipun begitu daging buah gampang kok dilepas dari biji buahnya.

Menurut Asianplant.net, buah ini bernama latin Durio oxleyanus dan ternyata penyebutan tentang buah yang masih satu keluarga dengan durian (Durio Family) ini mempunyai penyebutan yang berbeda di berbagai daerah. Di Kalimantan sendiri yang mempunyai lima Propinsi buah ini dapat disebut sebagai Dian, Durian, Lai, Lai bengang, Kartungan, Kerantongan, Kerantungan, Ketungan, Kutongan serta Sukang. Bahkan menurut rarepalmseeds.com buah ini disebut juga sebagai Durian Isu.

Penampakan Bagian Dalam Buah Mahrawin

Buah ini tersebar di pedalaman Kalimantan (Borneo), Sabah serta Serawak. Sehingga diduga penyebutannya lebih beragam dan tidak terbatas seperti yang saya tulis di atas.

Ciri khas pada buah adalah warna kulit buah hijau, tidak kuning meskipun sudah matang. Buah seperti kebanyakan jenis durian lainnya. Buah yang masak dan jatuh ke tanah, tidak langsung merekah, tapi memerlukan waktu yang lama untuk merekah dengan sendirinya, buah tidak mengeluarkan aroma dan mengandung alkohol yang cukup tinggi, daging buahnya berwarna mentega dan manis rasanya.Β  Satu lagi, biji lumayan kecil, sehingga proporsi daging buah lumayan banyak.

Selain buahnya yang manis dan lezat, menurut trofical.theferns.info buah ini telah dipercaya sebagai obat ampuh bagi penyakit malaria dengan cara mengekstrak kulit buahnya (mudahan ada penelitian lebih lanjut tentang khasiat buah, biji maupun kulit buah mahrawin ini).

Menurut penuturan warga sekitar, pohon mahrawin berukuran besar dan tinggi lebih dari 50 meter dengan diameter 90 cm. Jika usia tanaman tua maka akan mempunyai akar banir dengan tinggi 3 meter, kulit batang kasar dan pecah-pecah, berwarna cokelat gelap.

Masih menurut warga, pohon mahrawin sudah semakin jarang sekarang. Maka dari itu diperlukan pelestarian tanaman langka ini agar tetap eksis nantinya. Selain itu, perlu juga untuk menjaga hutan beserta penghuninya seperti orangutan sebagai salah satu upaya pelestarian tanaman-tanaman langka.

Bagi yang berminat, silahkan datang ke Kalimantan Selatan (daerah Hulu Sungai tentunya) dan rasakan kemanisan buah mahrawin ini. Ada yang bilang “jika anda sudah merasakan buah mahwarin, maka anda tidak akan suka lagi buah durian (durian biasa)”. Dan betul, saya jadi kurang suka dengan durian setelah mencicipi durian Mahrawin.

Bagaimana dengan anda?

Mungkin Anda juga menyukai

31
Tinggalkan komentar

avatar
18 Comment threads
13 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
19 Comment authors
Nita Lana FaeraangelBunga LompatlianaiKurniawan Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Rin
Guest

kecil banget ya, muat dalam telapak tangan, padahal isinya persis durian, warnanya mirip durian montong malah, penasaran pengen ngerasain, mudah-mudahan kalau singgah di kalimantan bisa nyoba

Adam Muiz
Guest

Sekilas benntuknya macam Rambutan ya,
tapi di Semarang jarang banget ada yang jual. mungkin emang tidak ada kiriman yang jual dari luar pulau. padahal penasaran banget pengen coba bbuah yang satu ini, kemarin ada yang share di medsos jadi kepingin incip incip.

Apa harus ke kalimantan buat incip ini buah kang ?
lumayan jauh juga ya, habis di transportasi :’v

lianny hendrawati
Guest

Wah aku baru tau buah mahrawin ini, buahnya kecil ternyata. Seperti durian mini πŸ™‚

yois
Guest

Uraiannya betul, tapi ada yg tidak berlaku bagiku: aku sudah merasakan mahrawin/kratungan, tapi tetap syukaaa durian, mantaula, pampakin, dan sejenisnya .. bahkan jambu biji juga .. hehehe

Gallant
Guest

Oh ini lagi rame di sosmedku hahaha.
Ternyata emang durian ya. Versi lokal gitu. Kulit buahnya tajem kayak durian nggak, Om?
Sayangnya udah mulai jarang ya? Padahal mungkin ini salah satu makanan orang utan juga ya?

Amanda
Guest

Ulun ni lah dari kalimantan kak ai, tapi knp baru skrg tau ada buah ini. Ulun kira hanya buah elai saja tu yang endemik Kalimantan πŸ˜€

evylia h
Guest
evylia h

Mirip rambutan jumbo ya. Lucu penampakannya. Aku sih belum pernah icip-icip buah mahrawin.

kiki
Guest

lah aku yang lahir di Kalimantan tapi baru tau ada buah mirip duren πŸ™

Eka Aprilya
Guest

Kalo ditempat saya ini namanya durian daun

Romaini
Guest

wah saya pecinta durian nih, beneran gak ya bakal lebih suka buat yang satu ini, jadi pengen

Rizka Pratiwi
Guest

bentuknya kaya perpaduan antara durian dan rambutan ya…
sebagai pecinta durian, saya jadi pengen nyoba.. hmmm…

Fanby f nilA
Guest

Seriuuuus, aku jd pgn bgt ke kalsel cm utk nyobain buah ini. Kliatannya hrs cari tahu kapan wkt baik ksana supaya buahnya pas lg musim. Kliatan enak bgt mas. Apalagi kalo dibilang lbh enak dr durian.. Durian aja udh enak parah πŸ˜€

Vhieta
Guest

Baru tau durian punya kembaran. Jadi penasaran gimana rasanya..

iKurniawan
Guest

wah 5 tahun si Barabai saya malah belum ketemu buah ini
ketemunya malah Pampaken, si durian merah
ahahha

liana
Guest

wah, buahnya mirip banget sama durian ya mas.
tadinya salah salah baca, sekilas saya bacanya awkarin πŸ˜‚

Bunga Lompat
Guest

Ah durian πŸ™‚ my another lover beside cheese hehehehe.

Saya lupa dari channel mana, wkatu itu pernah lihat video bule-bule makan buah yang mirip buah ini. Mungkin Mahrawin juga kali ya. Namanya unik, meski latinnya ‘Durio’, tapi jatuhnya ke Mahrawin xD

Daripaa nunggu kapan buah ini menginvasi Jawa, sepertinya saya yang harus langsung main ke Kalimantan untuk nyobain hehe.

angel
Guest

Mahrawin jika dilihat sekilas seperti rambutan rakasa jika dilihat dari luar, atau mirip dengan buah kelewih (Teman sukun) yang memiliki duri lunak seperti itu.

Nita Lana Faera
Guest

Wow berarti harus dicoba banget nih kalau lebih enak dari durian. Dari duri2nya itu juga kelihatan bedanya ya dengan durian.