5 Alasan Kenapa Kita Harus Travelling Ke Sawah

Dunia ini luar biasa, bentangan kenampakan alam atau landscape di berbagai belahan bumi ini mampu memanjakan mata kita. Karena duapertiga dari luas bumi adalah adalah perairan, maka landscape laut, pantai, tanjung, teluk, danau serta sungai merupakan tempat yang paling banyak di kunjungi oleh para traveller. Nah sepertiganya adalah bentangan daratan yang luas serta tinggi seperti pegunungan dan bukit merupakan pilihan destinasi bagi kawan-kawan wisatawan.

Salah satu bentangan daratan yang menarik bagi saya adalah dataran rendah? Lho kok? Dataran rendah kadang luput dari pandangan para traveller nih. Padahal dataran rendah juga merupakan potensi wisata lho (salah satunya adalah wisata kerbau rawa yang pernah di kunjungi oleh mas Wira, mas Fahmi dan mas Boby).

Selain itu, ada bentangan alam buatan yang menurut saya lebih menarik. Ada yang tau? Ya Sawah. Menurut pendapat saya pribadi, sawah adalah bentangan alam buatan manusia untuk bercocok tanam, umunya sih tanaman padi. Lho, bukannya di sawah itu kotor, banyak pacet (lintahnya), ada ularnya juga? Tapi bagi saya sawah itu tetap keren (terlepas dari pekerjaan saya yang kadang perlu turun ke sawah hehee). Apalagi bertepatan dengan menguningnya gabah (bulir tanaman) padi……wooow amazing.

Pasti anda sekalian masih tanya, kenapa mesti sawah? Apakah sudah kekurangan tempat indah lain untuk dikunjungi? Nggak kok…sawah memang harus untuk kita kunjungi. Mau tau kenapa sawah harus kita kunjungi? Berikut ada lima alasan kenapa anda-anda sesekali harus ke sawah.

Wujud Terima Kasih Bagi Petani

Apa anda pernah makan nasi? Yakin deh jawabannya pasti pernah, atau bahkan wajib sepertinya. Apalagi bagi warga Indonesia ada ungkapan nggak kenyang kalo tidak makan nasi. Nasi yang kita makan itu merupakan hasil dari beras yang tentu saja merupakan buah dari tanaman padi. Pertanyaan selanjutnya, yang nanam padi siapa sih? Tentu jawabnya petani. Iyah petani yang kerjanya di sawah untuk mengelola tanaman padinya agar mampu berproduksi tinggi.

Bulir Padi Yang Masih Muda

Jasa mereka begitu besar dalam menjaga ketahanan pangan dengan cara berpanas2an dan berbalut lumpur hampir tiap hari. Sudah tak terhitung berapa ekor nyamuk yang menghisap darah mereka. Bahkan yang lebih tragis, berapa banyak darah mereka yang menetes di sawah dari luka akibat terkena atau terpijak sesuatu. Semua itu mereka lakukan adalah guna mengisi kebutuhan kita akan pangan.

Nah, kunjungan kita kepada mereka adalah sebagai salah satu wujud terima kasih kepada petani sebagai pahlawan pangan. Memang benar kalo ada para penyuluh yang siap setiap saat mengunjungi mereka seperti, seperti ibu penyuluh cantik ini, Namun akah lebih baik jika kita sendiri yang berkunjung dan bercengkrama dengan petani di sekitar kita.

Bahkan para petani merupakan pahlawan tapa tanda jasa yang ikut berperan mempertahankan kemerdekaan ini. Bayangin nih ya jika petani kita nggak ada, atau anggap saja mereka nggak tanam (tanam untuk keperluan mereka sendiri) apa yang akan terjadi? Tentu saja kita akan import terus. Dan import akan menjadikan negara kita lemah (tidak ada posisi tawar) ditekan oleh bangsa asing (sama saja dengan terjajah dong).

Menambah Semangat Petani

Kunjungan kita sebagai konsumen akhir kepada petani merupakan suatu wujud penyemangat bagi para petani kita. Mereka akan lebih semangat untuk menambah produksi baik itu dengan cara menambah luas tanam atau bahkan menambah indeks pertanaman (jumlah kali tanam dalam satu tahun).

Apalagi berkunjungnya kita disertai dengan bercengkrama langsung dengan mereka. Hubungan erat antara konsumen dan produsen tentu akan menambah semangat produsen dalam memproduksi.

Saya Ketika Melakukan Interaksi Dengan petani di Sawah

Saya Ketika Melakukan Interaksi Dengan petani di Sawah

Pengalaman saya dalam berkunjung ke sawah, selalu saja mereka memberikan sedikit oleh-oleh (hasil tanam mereka) kepada saya (seringnya sih buah-buahan seperti pisang dan labu). Dan saya balas dengan memberikan semangat buat mereka dalam bentuk kegiatan.

Lebih Menyehatkan

Pada tahu kan kalo di sawah itu pasti banyak tanamannya, baik itu tanaman padi atau tanaman lainnya (pinggir sawah) seperti pisang, mangga, pepaya atau rerumputan (heheee). Nah tanaman-tanaman itu memproduksi oksigen yangΒ  diperlukan dalam proses pernafasan kita, dikarenakan oksigen memiliki peran sebagai pemenuhan kebutuhan metabolisme tubuh. Selain untuk proses pernafasan, oksigen ternyata juga mempunyai 12 manfaat lain bagi tubuh manusia (termasuk juga untuk wajah agar lebih fresh).

Karena letak persawahan biasanya ada di pedesaan, maka sudah barang tentu udara yang ada di sana jauh lebih bersih daripada udara yang ada di perkotaan. Kalo di kota sudah banyak sekali polutan yang mampu mencemari udara kita.

Main Ke Sawah Juga sebagai Sarana Olahraga (Olahraga Mengejar Tikus heheee)

Kondisi perairannya (sungai di dekat persawahan) juga bersih lho, sehingga layak untuk diminum (tetap harus di masak lho). Namun perluΒ  untuk dikaji akibat dampak penggunaan bahan kimia pertanian khususnya pestisida.

Dari segi penglihatan, ternyata warna hijau yang kita lihat dari tanaman di persawahan mampu menyehatkan alat penglihatan kita. percaya deh, setelah melihat tanaman yang hijau-hijau, maka kondisi mata kita akan segar (apalagi bagi para traveller nih yang sering laptopan atau bagi para pekerja yang sibuk di kantor.

Menumbuhkan Etos Kerja Keras

Kerja, Kerja, Kerja. Itu pesan Pemerintah (Presiden) kepada kita sekarang. Kita harus bekerja lebih esktra untuk mencapai Indonesia yang sejahtera dan bermatabat. Etos kerja yang tangguh sudah diperlihatkan oleh para petani kita, ketika kita masih berleha-leha di pagi hari (tentu saja ketika hari libur) mereka sudah bekerja keras di sawah, entah itu mengolah lahan; membetulkan tata kelola air; mengendalian hama penyakit dan sebagainya.

Pada jam pulang kantorpun pada sore hari, kita bisa bersantai sedang mereka kadang masih ada di sawah (biasanya mengusir kawanan burung pipit yang mengincar bulir padi). Intinya mereka tidak kenal waktu dalam bekerja di sawah, apalagi kalender merah (libur).Β  Nah, semangat kerja ini harus kita contoh dan terapkan dalam mengelola pekerjaaan kita. Tak kenal lelah tetap berusaha sebaik mungkin untuk menggapai tujuan kita.

Dijamin deh, setelah travelling ke sawah, maka kita akan termotivasi untuk bekerja lebih keras (menabung lebih banyak agar bisa travelling lebih sering heheee….)

Memupuk Semangat Kerjasama

Dalam berbudidaya tanaman, apalagi padi; diperlukan sebuah kerjasama dengan petani lainnya. Contohnya dalam hal tanam, harus menyelaraskan waktu tanam dengan pemilik sawah sekitar. Jangan sampai petani tetangga sudah hampir panen, eh kita baru tanam. Waktu tanam yang berbeda tentu akan menyulitkan diri sendiri (banyak serangan OPT) dan menyulitkan petani sekitar (terutama masalah tata kelola airnya).

Alhamdulillah Bisa Berhadir di Acara Rembug Tani

Untuk mengakomodir kerjasama antar petani, dibentuklah kelompok tani. Setiap akan memulai musim tanam, para petani yang tergabung dalam suatu kelompok akan bermusyawarah (varietas apa yang akan ditanam, kapan mulai tanam, apa saja yang diperlukan untuk tanam) semua akan dibibicarakan pada kegiatan musyawarah tersebut. Setelah itu, secara serempak dan berkelompok mereka akan mengolah lahan, semai, tanam dan seterusnya hingga proses panen selesai.

Travelling ke sawah akan mengajarkan kita betapa pentingnya berkerjasama demi mencapai mencapai tujuan (ayo siapa yang mau ngajak saya travelling? Share cost akan lebih bagus). Jangan lupa, kekompakan harus selalu kita jaga lho, jangan pertamanya aja yang kompak….terus akhirnya bercerai berai heheee.

Kesimpulan

Nah. Ternyata travelling ke persawahan perlu dimasukkan dalam agenda anda-anda nih khususnya bagi para traveller. Selain menyehatkan bagi tubuh, travelling ke sawah juga bagus untuk memupuk kerjasama serta menumbuhkan etos kerja. Jadi jangan hanya cuma travelling ke laut dan perkotaan saja heheee….

Destinasi wisata persawahan sudah ada lho di Indonesia, seperti Jembatan Persawahan Sukorame, Wisata Subak di Bali dan persawahan Desa Patemon di Jember. Persawahan tersebut sangat layak sebagai tempat photo-photo (instagramable) dan tidak kalah dengan destinasi wisata seperti pantai dan pegunungan.

Destinasi Wisata Di SukoRame, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Sumber Photo viva.co.id)

 

Aktivitas Petani di Bali Pada Perwasahan Yang Berundak (Sumber : Travel kompas)

 

Perwasahan di Desa Patemon Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember (Sumber Photo : Dunia Bintang)

Selain itu, kita perlu berterima kasih atas jerih payah petani dalam hal pemenuhan kebutuhan akan pangan dengan cara mengunjungi mereka. Interaksi dengan petani ditengarai mampu menambah semangat mereka dalam hal menambah produksi tanam padi.

Ayo, kamu kapan travelling ke sawah?!

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

37
Tinggalkan komentar

avatar
22 Comment threads
15 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
21 Comment authors
lianaMechtaElla Fitriadeddyhuang.comJalan-Jalan KeNai Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Suryani Palamui
Guest

Kadang emang kalo jalan-jalan ke sawah itu bisa bikin terharu. Kita malah yang dikasih buah tangan dari petaninya. Padahal, sebenarnya mereka umumnya lebih membutuhkan. Terharulah pokoknya. πŸ™‚

FanNy f nilA
Guest

Gilaaaa itu keren banget spot foto di sawahnya πŸ™‚

Eh tp aku pernah loh wisata ke sawah. Tiap mudik ke kampung papa di sibolga sana.. Masih ada area sawahnya.. Dan kita seneng kalo main ksana. Kdg piknik di pondokannya sambil melihat2 sawah hijau πŸ™‚

andrie kristianto
Guest

Waduh sampe nemu tikus juga ya mas

Dee Rahma
Guest

Jalan-jalan ke sawah tuh bikin calm down terus kalo pagi hari suka nemu pemandangan sunrise yang cakep bangeeet πŸ˜€

Cheers,
Dee Rahma (heydeerahma.com)

Matius Teguh Nugroho
Guest

Setuju, mas. Sawah-sawah Indonesia itu cakep-cakep lho. AKu liat di Instagram juga udah banyak Instagrammer hits yang popotoan di sawah. Terus selain ngasih keindahan, sawah itu juga memberi edukasi, baik tentang alam maupun sosial (misalnya pas kebetulan ada petani dan kita bisa ngobrol sama mereka)

Ambar Pravita
Guest

Waktu kecil, masih suka bantuin bapak nanam padi disawah. Capek sih, tapi seru.. Sekarang malah kangen. wkwkwk

Vhieta
Guest

Suka banget liat yang ijo-ijo gini.. Mata langsung seger..

farida
Guest

Wah, inspiratif!
Kemarin udah pernah mampir ke persawahan sih tapi jadinya cuma numpang lewat aja karena ga ada yg bisa ditanyai atau dimintai cerita hihihi..
Next time rancang rencana ke sawah lagi deh😊

eka fikry
Guest

pernah travelling ke sawah, sukak banget lho berada di sawah, apalagi sambil makan nasi, sambal terasi dan lalapan manja, di gubuknya, hmmm…..nikmat banget, hehhhe

yudi randa
Guest

klo main ke sawah, sedari kecil, aku udah hobi Bang, tapi klo ngeliat keadaan sawah sekarang yang jadi (maaf) tempat selfie begitu aku kurang sreg aja.
di aceh, sawah2 mulai kena gusur, ini juga satu masalah di suatu masa nantinya. beras2 akan di impor huhuhu

evrinasp
Guest

wowwww pak anton, baru sadar saya kalau sama2 insan pertanian juga, pantesan ngerti banget deh seputar pesawahan, seputar rasa why we must go to the field, apalagi saat lihat foto rembug taninya mantabbbb, Kab Bogor perlu nih main ke Balangan, eh makasih sudah dikasih link untuk blog saya, kapan2 perlu nih kolaborasi blog soal pertanian, iya gak?

Himawan Sant
Guest

Aseek … aku pernah travelling ke sawah Sukorame.
Memang keren viewnya disana, cakep buat lokasi foto-foto.
Cuman aku penasaran, ntar kalo setelah musim panen selesai kira-kira view dari atas jembatan jadi kayak apa yq tampilannya difoto ?

Aku juga senang mandangin hamparan sawah berlama2, rasanya adem ngeliatnya.

Nasirullah Sitam
Guest

Kalau aku suka yang foto alami πŸ™‚

Sie-thi Nurjanah
Guest

Saya selalu exicted kalau liat pematang sawah luas yg disominasi warna hijau

Reni Dwi Astuti
Guest

wah boleh juga idenya, traveling ke sawah, terus duduk di gubug tempat istirahatnya pak tani sambil merasakan hembusan angin sawah yang semilir…

Idris
Guest
Idris

Para petani juga ramah dan ringan tangan juga. Pokoknya gak rugi klo traveling ke sawah

Jalan-Jalan KeNai
Guest

Jadi kangen pengen pulang kampung. Buka jendela kamar udah langsung lihat pemandangan sawah. Udaranya juga masih segar πŸ™‚

deddyhuang.com
Guest

aku belum pernah nih jalan-jalan ke sawah..

Ella Fitria
Guest

Waah masa kecilku sering bgt blusukan ke sawah. Tapi setelah gede jarang ke sawah, kecuali lagi penat doang. Dududu
Pdhl main ke sawah banyak manfaatnya ya, πŸ™‚

Mechta
Guest

Aku seriiiing ke sawah..ya maklumlah..namanya jg pendamping kadang tani..hehe…

Andrie Kristianto
Guest

sekarang apa apa jadi keren, mau foto dimanapun juga keren… apalagi di sawah aroma segar pemandangannya keren, cocok lah nih buat hunting :v

liana
Guest

wah seru ya! gak kepikiran soal 5 alasan ini tp emng keren sih mas.
bener-bener bisa jadi hal yang baru.
btw gambar sawah yg terakhir instagramable banget, jadi mau ke sana πŸ˜€