12 Sayuran Yang Paling Banyak Mengandung Residu Pestisida Dan Cara Mengatasinya

Salah satu cara meningkatkan kualitas hidup adalah dengan sering travelling mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Sekarang nih ya, sudah banyak tersedia pilihan makanan yang secara bebas masuk ke mulut kita. Ada yang hobby fast food, ada yang cuma mau makan tumbuh-tumbuhan (vegetarian), bahkan ada pemakan segalanya. Nah anda termasuk yang mana?

Ada yang meyakini, bahwa seorang vegetarian hidupnya akan lebih sehat karena mendapatkan makanan yang lebih organik. Hmmm…..bener nggak yah? Ternyata tidak selamanya benar lho! Pada jaman dulu, memang makan sayur dan buah-buahan itu lebih sehat dibanding menyantap makanan modern saat ini (gorengan dan fast food).

Menyantap Sayuran Segar Menjadikan Hidup Kita Sehat dan Berkualitas (sumber : milenakrecisz.com)

Kita pasti sudah sama-sama tahu bahwa buah-buahan serta sayuran yang ditanam pasti diperhatikan kualitasnya oleh petani agar harganya tidak anjlok ketika dijual di pasaran. Nah, salah satunya adalah dengan memberikan bahan-bahan kimia yang terbungkus dengan nama pestisida dan pupuk.

Pestisida diartikan sebagai bahan kimia untuk membunuh segala sesuatu yang mengganggu tanaman (hama) serta penyakit; seperti serangga pemakan daun (ulat), serangga penghisap cairan tanaman maupun makhluk hidup super kecil seperti jamur, bakteri atau virus yang mampu mengganggu bahkan mematikan tanaman. Bahan kimia tesebut tentu saja dapat kita sebut sebagai racun.

Pestisida yang diaplikasikan (disemprot atau ditaburkan pada tanah) pada tanaman tentu saja akan terserap ke dalam jaringan tanaman melalui akar dan daun. Nah, sisa bahan kimia dari pestisida tersebut akan mengendap dalam tanaman yang disebut residu. Residu dari pestisida tentu saja akan terbawa pada hasil panen. Dalam jangka pendek, dampak negatif dari residu pestisida tentu tidak meninggalkan dampak negatif bagi tubuh kita, namun dalam jangka panjangnya mampu menimbulkan gangguan kesehatan seperti kerusakan ginjal, gangguan syaraf, metabolisme enzim hingga menggangu kesuburan dan gangguan janin.

12 Buah Serta Sayuran Yang Paling Banyak dan Sering Mengandung Pestisida

Baru-baru ini Dr. Josh Axe, seorang dokter serta ahli gizi berkebangsaan Amerika sekaligus pendiri situs DrAxe.com (katanya dikunjungi lebih dari 15 juta pengunjung setiap bulannya), mengungkapkan 12 buah serta sayuran yang paling banyak dan sering mengandung residu pestisida yang dirilis oleh Environmental Working Group pada tahun 2018.

12 Buah dan Sayuran Yang Banyak dan Sering Mengandung Residu Pestisida (Sumber : DrAxe.com)

Stroberi

Kita pasti pernah makan stroberi, apalagi mereka yang bermukim di daerah sentra stroberi seperti Lembang, Garut, Karanganyar dan Batu Malang. Tanaman yang merupakan keluarga rosaceae (mawar) ini dinyatakan sebagai buah yang paling tinggi kandungan pestisidanya. Memang tanaman stroberi adalah salah satu tanaman yang sangat rentang terhadap serangan hama dan penyakit, dikarenakan tinggi tanaman yang tidak seberapa sehingga sangat dekat dengan tanah. Kandungan bakteri dan jamur dalam tanah yang begitu tinggi dapat menyebabkan beragam serangan penyakit pada tanaman ini.

Menurut suryamalang, petani stroberi di Kota Batu sulit untuk tidak menggunakan pestisida pada tanaman buah yang mengandung banyak vitamin C ini.  Namun begitu, Walikota Batu berjanji akan mengganti penggunaan pestisida kimia ke pestisida organik secara bertahap.

Apel

Buah apel sangatlah enak, apalagi dimakan dalam kondisi segar dan masak. Rasanya yang segar akan dapat menghadirkan sensasi ceria ngomong opo tho di dalam mulut. Tapi tahukah kamu, jika apel termasuk tanaman yang sering diaplikasikan dengan pestisida (terumata insektisida) untuk mengendalikan serangan ulat.

Masuk akal juga sih, mengingat kulitnya yang mudah busuk dan tipis sehingga perlu diberi lebih banyak pestisida untuk menjaga keawetannya.

Tomat

Nah, buah ini kebetulan ada pertanamannya di sekitar tempat saya tinggal, meskipun tidak luas namun saya dapat mengamati secara langsung. Tanaman tomat ini ternyata diaplikasikan pestisida (jenis insektisida dan fungisida) sebanyak 2 hari sekali dan dapat dilakukan sehari sekali jika memasuki musim hujan.

Anggur

Buah ini bukan favorit saya, tapi istri sangat menyukainya. Hampir tiap bulan, buah ini selalu ada dalam lemari es saya. Bagaimana dengan anda? Suka juga?

Buah ini juga sering terserang hama sehingga perlu perawatan ekstra dengan penyemprotan pestisida terutama dari jenis insektisida (pembasmi serangga). Kulitnya yang tipis menjadikan buah dengan kandungan vitamin C yang banyak ini akan lebih mudah diserang hama.

Kentang

Kentang merupakan salah satu komoditi penting (teringat akan menu makan di Garuda Airlines dimana nasi diganti ama kentang) di Indonesia. Tanaman yang dibudidayakan di dataran tinggi yang berhawa sejuk ini mempunyai Organisme Pengganggu Tumbuhan utama sebanyak 8 jenis.  Bayangin aja, untuk mengendalikan 8 jenis hama penyakit ini, maka diperlukan 8 jenis pestisida…(8 residu racun bersatu dalam kentang).

Buah Persik.

Apa anda suka dengan buah persik? Kalo saya sih sangat suka…rasanya yang manis dan berair menjadi pelepas dahaga di musim kemarau. Buah persik ternyata juga mengandung residu pestisida yang tidak sedikit. Bahkan mengalami peningkatan jumlah residu pestisida dua kali lebih banyak dari tahun 2010. Mayoritas residu pestisida pada buah persik berasal dari jenis Fungisida.

Residu Pestisida Pada Buah Persik (Sumber : DrAxe.com)

Bayam, Lombok (cabe) / Paprika, Seledri, Ceri

Nah, ini bagi ibu-ibu di dapur nih pasti tidak asing dengan bayam, cabe, paprika serta seledri. Keempatnya merupakan bahan olahan sayuran di Indonesia. Oseng-oseng bayam dan seledri dicampur dengan cabe dan seikat kecil seledri dijamin akan menambah selera makan kita. Bener nggak?

Nah ternyata mereka juga merupakan sayuran yang juga mengandung pestisida lho. Cabe atau paprika sama saja seperti tomat yang intensitas pengaplikasian pestisidanya juga tinggi. Kalo seledri sudah pasti kandungan pestisida dari jenis fungisidanya yang banyak karena seledri suka terserang penyakit dumping off akibat jamur dan bakteri.

Residu Pestisida Pada Bayam (Sumber : DrAxe.com)

Untuk bayam, tipisnya daun bayam juga rentan serangan serangan serangga pemakan daun seperti ulat dan belalang sehingga perlu penggunaan pestisida. Hasil sampel yang diteliti ternyata bayam mengandung residu pestisida 1.8 kali lebih banyak dibanding dengan tanaman lainnya.

15 Buah Dan Sayuran Miskin Kandungan Pestisida

Bagi anda yang kecewa karena ada buah atau sayuran pavorit anda ada di dalam list diatas, maka ada juga sayuran atau buah yang kandungan petisidanya sedikit, bahkan tidak ada. Buah dan sayuran tersebut antara lain adalah jagung manis, alpukat, nenas, bawang merah, pepaya, mangga, asparagus, terong, buah kiwi, melon, dan jeruk bali.

Tips Mengurangi Residu Pestisida Pada Sayuran dan Buah

Tapi tenang, kalaupun anda tetap ingin makan buah-buahan atau sayuran yang ada di daftar yang residu pestisidanya banyak, maka dapat melakukan berbagai perlakuan agar residu pestisidanya berkurang.

Mencuci Sayuran / Buah

Mencuci buah diduga dapat mengurangi residu pestisidanya, namun cara mencucinya perlu perlakuan khusus lho. Pertama bisa mencuci dengan air mengalir, dilanjutkan dengan merendam dengan air selama minimal 30 menit. Setelah direndam, ulangi mencuci dengan air mengalir sebelum dimakan / dimasukkan ke dalam lemari es.

Baking Soda

Menggunakan Baking soda sebagai bahan pencuci merupakan cara yang efektif untuk mengurangi residu pestisida menurut para ahli. Mencuci dengan air plus larutan baking soda berkonsentrasi satu persen akan menghilangkan 80 persen thiabendazol (bahan aktif pestisida) dan 96 persen phosmet.

Mengupas Buah

Jika ada yang berpendapat bahwa memakan buah beserta kulitnya terkecuali buah durian merupakan cara yang sehat, maka sepertinya sudah tidak berlaku di zaman now deh….mengupas kulit adalah cara sehat untuk menyantap buah-buahan. Kulit buah ditengarai sebagai tempat menumpuknya residu pestisida. Mengupas kulit juga dapat membuang lapisan lilin pelindung buah pada apel agar buah lebih tahan lama.

Mengupas Kulit Apel Dipercaya Mampu Mengurangi Residu Pestisida (sumber : gulalives.com)

Sayuran Berlobang = Aman

Kadang kita melihat sayuran seperti kol dan sawi yang berlubang seperti ada ulatnya, maka percayalah sayuran tersebut aman dari residu pestisida. Logikanya, jika tanaman tersebut terpapar pestisida, maka kodisi sayuran akan mulus (bukan berlobang). Dengan cara mencuci saja (mengindari termakannya telur ulat) maka sayuran sudah bisa disantap kok.

Pilih Pilih Petani / Produsen

Mulai sekarang cobalah mencari produsen / petani yang membudidayakan sehat, jangan hanya membeli di pasar. Syukur-syukur anda menemukan penghobby tanaman hidroponik, nah kita dapat membeli hasil panennya. Tanaman hidroponik itu non pestisida dalam pembudidayaannya sehingga sehat untuk dimakan.

Tanaman Hidroponik, Aman dari Pestisida (Sumber : Merdeka.com)

Demikian artikel saya kali ini, semoga tujuan kita agar hidup kita lebih berkualitas dapat tercapai dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bebas dari residu pestisida. Salam!

Mungkin Anda juga menyukai

2
Tinggalkan komentar

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
Williana NanaArum Kusuma Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Arum Kusuma
Guest

Wah makasih atas pengetahuannya yang sangat bermanfaat.

Bayam harus dicuci bersih. Ya memang karena juga berpasir sih 😊

Williana Nana
Guest

Baru tau saya soal info ini. Kalo dilihat lihat ternyata baking soda banyak ya kegunaannya, selain bisa buat bersihin kaca, bersihin karat, juga bisa buat ngurangin residu petisida di sayur. Betul banget cara meningkatkan kualitas hidup dengan traveling, soalnya saya juga suka traveling. Eh salah, maksudnya dengan sering konsumsi sayur-sayurannn huehehe